Pendulang Emas di Yahukimo Diserang, 253 Orang Melarikan Diri ke Boven Digoel

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Rudolf Albert Rodja menyebutkan adanya laporan tentang beberapa orang pendulang emas di wilayah Kabupaten Yahukimo telah dianiaya dan dibunuh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2019  |  16:57 WIB
Pendulang Emas di Yahukimo Diserang, 253 Orang Melarikan Diri ke Boven Digoel
Petugas INAFIS Mabes Polri bersama Polda Papua Barat melakukan olah tempat kejadian perkara pembakaran kantor DPRD Provinsi Papua Barat di Manokwari, Papua Barat, Selasa (27/8/2019). - ANTARA / Toyiban

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membenarkan terjadinya penyerangan terhadap pendulang emas di Yahukimo, Papua.

“Kemarin ada pertanyaan tentang kejadian di Yahukimo, belum saya jawab. Sudah ditanyakan, diperiksa, dicek di Yahukimo gimana, sih?” katanya, saat konferensi pers situasi terkini Papua, Rabu (4/9/2019).

Menurutnya, pada 2-3 September 2019 memang terjadi serangan terhadap pendulang emas ilegal. Para pendulang atau penambang emas ilegal itu berasal dari luar daerah, dan sekarang ini sebanyak 253 penambang itu melarikan diri ke Tanah Merah, Boven Digoel, Papua.

“Aparat keamanan sekarang sudah mulai mengamankan daerah itu supaya tidak terjadi bentrokan-bentrokan yang menimbulkan korban,” kata Wiranto.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Rudolf Albert Rodja menyebutkan adanya laporan tentang beberapa orang pendulang emas di wilayah Kabupaten Yahukimo telah dianiaya dan dibunuh.

Namun, belum diketahui pasti berapa jumlahnya dan bagaimana nasib mereka karena lokasi pendulangan emas itu berada jauh dari ibu kota Kabupaten Yahukimo.

“Saya sudah mendapat laporan awal dari Kapolres Yahukimo dan Kapolres Asmat,” ujar Irjen Rodja, di Jayapura, Senin (2/9) malam.

Dia menyatakan, kedua polres akan mengirim tim untuk melakukan pengecekan karena diduga lokasi pendulangan berada di perbatasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top