Pengamanan Objek Vital di Papua Diperketat

Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat, Kombes Pol Muhammad Sagi di Manokwari, Sabtu (31/8/2019) mengatakan peran personel di seluruh satuan dioptimalkan untuk menjamin stabilitas keamanan di seluruh wilayah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Agustus 2019  |  18:59 WIB
Pengamanan Objek Vital di Papua Diperketat
Aparat keamanan dalam menjaga keamanan ini hanya menggunakan tameng guna mengamankan obyek-obyek vital di sepanjang jalan Kota Abepura-Jayapura, yang akan dilewati para demonstran, Kamis 29 Agustus 2019. - Antara/Reno Esnir.

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian Daerah Papua Barat memperketat pengamanan objek-objek vital untuk mengantisipasi pengaruh aksi ricuh di Jayapura, Papua, ke daerah tersebut.

Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat, Kombes Pol Muhammad Sagi di Manokwari, Sabtu (31/8/2019) mengatakan peran personel di seluruh satuan dioptimalkan untuk menjamin stabilitas keamanan di seluruh wilayah.

Personel pengamanan untuk objek-objek vital nasional pun diperbanyak termasuk di gedung pemerintahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Personel Polda dan Polres semua kita maksimalkan. Kita pun didukung penuh TNI untuk menjamin keamanan Papua Barat," sebut Sagi.

Ia mengemukakan, Polda Papua Barat memperoleh tambahan sebanyak 1.256 personel brigade mobil (Brimob) dari beberapa Polda di wilayah timur untuk mempercepat pemulihan situasi baik di Manokwari, Sorong, Fakfak maupun daerah lain yang sempat terjadi aksi.

"Kita didukung personel pengamanan dari Polda Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Maluku juga Polda Bali. Begitu pula TNI, ada bantuan prajurit Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat) dari beberapa daerah yang diperbantukan di sini," sebutnya.

Sesuai perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kata dia, personel bawah kendali operasi atau BKO itu akan berada di Papua Barat hingga daerah itu benar-benar aman.

BKO Brimob yang diperbantukan di Papua Barat ditempatkan di sejumlah daerah. Manokwari memperoleh sebanyak 470 personel dan Sorong 589 personel.

"Sekali lagi kehadiran mereka untuk memastikan seluruh daerah di Papua Barat aman. Negara punya kewajiban untuk menjaga setiap daerah aman. Itu yang tujuan atas pergeseran pasukan dari daerah lain ke Papua Barat," sebut Sagi.

Sagi juga menambahkan, memang kekuatan Polda Papua Barat masih kurang atau hanya sekitar 40 persen personel, sehingga dalam situasi seperti ini butuh dukungan dari Polda lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top