Debit Air Turun Drastis, PDMA Jayapura Minta Konsumen Berhemat

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura berharap masyarakat di wilayahnya dapat lebih berhemat dalam penggunaan air karena terjadinya penurunan debit air yang cukup drastis di beberapa sumber air.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  10:05 WIB
Debit Air Turun Drastis, PDMA Jayapura Minta Konsumen Berhemat
PDAM - Ilustrasi

Bisnis.com, JAYAPURA  - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura berharap masyarakat di wilayahnya dapat lebih berhemat dalam penggunaan air karena terjadinya penurunan debit air yang cukup drastis di beberapa sumber air.

Direktur Umum PDAM Jayapura Entis Sutisna kepada Antara di Jayapura, Selasa (13/8/2019), mengatakan kini terjadi penurunan debit air yang cukup drastis di beberapa sumber air (intake) dan sangat mempengaruhi kelancaran distribusi air ke pelanggan.

"Beberapa intake yang mengalami penurunan debit air berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan yakni Borgonji di mana ketinggian air sama rata dengan permukaan pipa outlet 20 cm, sehingga beberapa wilayah pelayanan yang terdampak tidak lancar yaitu daerah Kampung Buton Skyland, Enggros, Tobati, Tanah Hitam, Abepantai, BTN Puskopad dan BTN Wemoni Kamkey," katanya seperti dilaporkan Antara, Selasa (13/8/2019).

Menurut Entis, selain itu intake Entrop yang melayani masyarakat di wilayah tersebut, di Hamadi dan sekitarnya juga sumber airnya kini turun drastis, air yang masuk ke bak penampung hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Hal yang sama juga terjadi pada intake Anafre yang melayani pelanggan di Angkasa, Pasir II, Lembah Sunyi, Jalan Trikora, Macan Tutul, Sabang Merauke, Dok VIII atas dan IX, Kayu Batu juga Tanjung Ria.

"Sumber air Kojabu yang melayani pelanggan di wilayah Jayapura Utara dari kapasitas normal yang masuk ke reservoar Skyline biasanya rata-rata 275 liter per detik dan mampu didistribusikan ke pelanggan di Pasir Dua kurang lebih 40 liter per detik namun kini hanya 20 liter per detik, hal ini tentunya berdampak kepada tekanan air yang masuk ke pelanggan dan jangka waktu air menampung ke reservoar juga menjadi lama," ujarnya.

Dia menjelaskan lalu sumber air Kamp Wolker juga mengalami penurunan hal ini bisa dilihat dari volume air yang masuk ke pipa 10 inchi di reservoar TMP di Padang Bulan hanya 50 persen saja yang keluar dari pipa outlet sehingga wilayah yang terdampak adalah sekitar Padang Bulan, Abepura dan Kotaraja.

Ia menjelaskan, telah dilakukan upaya penggiliran langsung di sumber air untuk intake Entrop sehingga setiap hari petugas mulai pagi dan sore mengatur langsung di sumber air, lalu membersihkan strainer atau saringan di sumber air sehingga akan memperlancar distribusi air dari pipa transmisi sampai ke reservoar juga membersihkan intake dwri material serta bebatuan.

Dia menambahkan kondisi ini merupakan fenomena atau siklus tahunan di mana mendekati September cenderung debit menurun dan juga dampak dari terbukanya akses masyarakat ke daerah tangkapan air yakni pohon-pohon di area sumber air bahkan di atas sumber air sudah menjadi area peladangan dan kayu-kayu banyak yang ditebang untuk kayu bakar,.

"Masyarakat agar bijak dalam mengkonsumsi air, kran-kran ditutup apabila bak-bak air di rumah sudah penuh untuk memberikan kesempatan kepada pelanggan lainnya mendapat air," katanya.

Ia juga meminta pelanggan menyiapkan penampungan guna mengantisipasi apabila ada gangguan ketika penggiliran air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdam, jayapura

Sumber : Antara

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top