Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perlindungan Hutan Sagu Perlu Aturan Lebih Mengikat

Perlu ada semacam revisi atau semacam amandemen untuk peraturan yang sudah ada.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  13:55 WIB
Pemrosesan sagu.
Pemrosesan sagu.

Bisnis.com, JAYAPURA – Akademisi dari Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua Josh R. Mansoben meminta kepada pemerintah daerah agar menjaga kawasan hutan sagu di daerahnya dengan mengeluarkan peraturan yang mengikat

Kepada Antara di Jayapura, Jumat (28/6/2019), Josh mengemukakan pemerintah mempunyai program-program yang baik boleh dilakukan, tetapi harus menjaga supaya dimana ada hutan-hutan sagu itu jangan diganggu atau dirusak.

Ia mengatakan sudah ada peraturan Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 3 tahun 2000 tentang kawasan hutan sagu sudah ada, tetapi mesti dilihat kembali lagi.

"Mungkin baiknya peraturan itu diamandemen lagi relevansinya, memang hutan adat itu sudah ada dalam peraturan daerah tetapi khusus wilayah hutan sagu sebagai bagian dari hutan adat belum terakomodir dalam perda itu sehingga perlu dilihat kembali lagi, kalau belum ada harus diakomodir dalam peraturan tersebut."

"Perlu ada semacam revisi atau semacam amandemen untuk peraturan yang sudah ada," kata Dosen jurusan Antroplogi Uncen itu.

Menurut dia, jika ada bagian-bagian lain yang belum ada penekanan pada pentingnya hutan-hutan yang berpotensi untuk memberikan kehidupan bagi hutan sagu maka mesti harus ada dalam pasal pasal di peraturan tersebut.

Dengan demikian, tambah dia, dapat memberi jaminan kepada masyarakat adat untuk menjaga kawasan hutan-hutan sagu itu.

"Kadang masyarakat bilang atas dasar apa mereka menjaga hutan sagu dan tidak boleh dijual, akhirnya mereka leluasa jual," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua sagu

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top