Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stok Petani Jagung di Malut Melimpah Akibat Tak Terjual

Para petani jagung di sejumlah wilayah di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut) mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi, walaupun mereka menawarkannya dengan harga lebih murah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2018  |  09:33 WIB
Ilustrasi. - ANTARA/Prasetia Fauzani
Ilustrasi. - ANTARA/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, TERNATE – Para petani jagung di sejumlah wilayah di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut) mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi, walaupun mereka menawarkannya dengan harga lebih murah.

"Saya memiliki stok jagung sekitar 20 ton dan sampai sekarang belum ada yang membeli padahal saya tawarkan hanya Rp3.000ribu per kg atau di bawah harga normal Rp3.500 per kg," kata salah seorang petani jagung dari Tidore Kepulauan, Muhammad, di Ternate, Rabu (15/8/2018).

Para petani jagung di daerah itu selama ini menjual produksinya kepada para pedagang pengumpul, tetapi saat ini mereka tidak lagi melakukan pembelian dengan alasan masih memiliki stok cukup banyak menyusul kurangnya permintaan dari daerah tujuan antar-pulau.

Menurut dia, sejak Pemkot Tidore Kepulauan menggalakkan program pengembangan jagung di daerah itu dengan memberikan berbagai bantuan kepada petani, seperti bibit dan peralatan, banyak petani setempat kemudian fokus mengembangkan jagung.

Tetapi dengan sulitnya petani jagung memasarkan produksi, seperti yang terjadi saat ini membuat petani jadi susah, karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari hanya mengandalkan dari hasil penjualan jagung.

Pemkot Tidore Kepulauan, kata Muhammad, seharusnya tidak hanya membantu petani dalam mengembangkan jagung, tetapi juga dalam pemasarannya karena berapa pun produksi yang dihasilkan petani tidak akan memberi manfaat bagi petani kalau tidak bisa dipasarkan.

Pemkot Tidore Kepulauan sebelumnya berjanji akan membantu memasarkan produksi jagung petani di daerah itu, termasuk komoditas pertanian lainnya dengan memanfaatkan perusahaan daerah setempat, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.

Pihak Bulog yang sebelumnya juga telah menyatakan kesediaan untuk menampung produksi jagung dari Tidore Kepulauan dan berbagai daerah lainnya di Malut, tetapi karena kendala teknis, di antaranya gudang penampungan sehingga sampai sekarang belum bisa diwujudkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maluku jagung

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top