Minuman dari Buah Merah Jadi Minuman Resmi  PON 2020     

Oleh: Newswire 28 November 2018 | 19:42 WIB
Minuman dari Buah Merah Jadi Minuman Resmi  PON 2020     
Buah merah khas Papu. Foto: pegbintangkab.go.id

Bisnis.com, JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai menyiapkan minuman resmi saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020, yakni berbahan baku buah merah sebagai salah satu cindera mata khas daerah tersebut sekaligus komoditas asli Papua.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Semuel Siriwa, di Jayapura, Rabu, menjelaskan Gubernur Papua Lukas Enembe sudah mengarahkan dinas teknis agar mulai memperluas area tanam buah merah dan juga menyiapkan pengolahannya.

"Kami telah mengembangkan kawasan buah merah seluas 716 hektare dan 11 unit usaha kecil pengolahan minyak buah merah," ujarnya seperti dilaporkan Antara, Rabu (28/11/2018).

Ia mengklaim kini sudah ada hilirisasi produk buah merah seperti sabun, dan lainnya.

Produk-produk tersebut sengaja dibuat untuk disiapkan sebagai cindera mata para tamu yang datang pada pelaksanaan PON 2020.

Siriwa menyebut produksi buah merah di Papua kini diperkirakan mencapai 7.129 ton atau setara dengan 242.602 liter minyak buah merah.

Diharapkan hingga 2020, seluruh "stakeholder" terkait, termasuk perusahaan BUMN, bisa membantu Pemprov Papua untuk mengembangkan buah merah sebagai lumbung perekonomian baru masyarakat.

Sebelumnya Ketua Umum PHRI Papua sahril Hasan, sempat mengingatkan bahwa ada hal lain yang harus segera ditangani pemerintah, yaitu mengenai pembuatan cindera mata.

Menurut dia, dari belasan ribu orang yang akan datang, diyakini sebagian besar dari mereka baru pertama kali datang ke Papua dan ingin membawa kenang-kenangan ke tempat asalnya.

Dengan sisa waktu sekitar dua tahun lagi, ia memandang pemerintah harus segera memperhatikan hal tersebut karena bisa memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

"Begitu juga dengan cindera mata, harus diproduksi dari sekarang karena 2020 sudah dekat. Pemerintah juga harus segera mensosialisasikan hal ini," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya