Harga Biji Pala Maluku Bergerak Turun

Oleh: Newswire 28 September 2018 | 13:03 WIB
Harga Biji Pala Maluku Bergerak Turun
Batok buah Pala/Bisnis

Bisnis.com, AMBON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku mencatat harga berbagai jenis hasil perkebunan Maluku mulai bergerak turun, terutama biji pala dan fully.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku Bustaman Ohorella di Ambon, Jumat (28/9/2018), mengatakan hasil pemantauan oleh petugas lapangan Dede Banjar di Pasar Batumerah, beberapa lokasi transaksi jual beli hasil perkebunan Maluku berupa fully, biji pala mulai bergerak turun, kecuali cengkih dan coklat yang masih bertahan.

"Terjadi perubahan harga dalam kurung waktu tiga hari belakangan ini terutama fully pembungkus biji pala yang mengalami perubahan, turun dari Rp155.000 menjadi Rp145.000 per kilogram, begitu juga biji pala yang turun dari Rp65.000 menjadi Rp57.000 per kiloram," ujarnya.

Sedangkan kopra sedikit bergerak naik, lanjutnya, dari harga sebelumnya sebesar Rp4.700 kini naik menjadi Rp5.000 per kilogram.

Sementara untuk harga cengkih masih tetap stabil yakni Rp86.000 per kilogram dan kakao Rp25.000 kilogram.

Bustaman mengatakan, harga-harga masih bagus, hanya saja akan dilihat lagi beberapa hari ke depan terkait hasil cengkih yang sekarang ini di beberapa daerah di Maluku memasuki masa panen.

Hasil pemantauan di lokasi transaksi berbagai jenis hasil komoditas ekspor andalan Maluku di Jalan Setia Budi, Kawasan Rijoly, Kelurahan Batugajah, Kota Ambon, Kamis, menunjukkan harga yang dipatok para masih terbilang cukup menggembirakan para petani, seperti fully, cengkih dan juga kopra yang mulai bergerak naik lagi.

Evi pembeli mengatakan, perkembangan transaksi belakangan ini terkesan biasa saja sebab belum terjadi perubahan harga yang menjanjikan.

Ia menambahkan, sampai hari ini patokan harga yang kami tawarkan kepada para petani di daerah ini selalu mengikuti perkembangan harga di pasar utama Surabaya.

"Kalau sampai terjadi perubahan harga di Surabaya sudah pasti di Ambon juga berpengaruh," ujarnya lagi.

Biasanya yang selalu terjadi fluktuasi harga, lanjutnya, yakni cengkih, pala bundar, dan kopra.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer