Papua Cermati Kondisi Lapangan Terbang di Pedalaman

Oleh: Newswire 27 September 2018 | 15:21 WIB
Papua Cermati Kondisi Lapangan Terbang di Pedalaman
Pesawat milik maskapai Susi Air mendarat di lapangan terbang perintis Arwanop di Tembagapura, Timika, Papua./Antara-Spedy Paereng

Bisnis.com, JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas teknis terkait terus berupaya memperhatikan kondisi lapangan terbang (lapter) di kawasan pedalaman, agar tetap layak dipergunakan untuk kelancaran transportasi lokal dan aktivitas perekonomian.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Ricky Douglas Ambrauw mengatakan tujuh lapter di pedalaman Papua sedang dibenahi.

"Lapter itu di antaranya di Samenage, Banggema, Ninia, Kuyawage, Mamit, termasuk Kobakma dan di Waropen. Ini masih proses pengerjaannya dan sudah tentu tiap tahun ada pembenahan lapter diantaranta apron ataupun pagar dan lintasananya," ujarnya di Jayapura, Papua, Kamis (27/9/2018).

Menurut dia, setiap tahun anggaran diprogramkan pembenahan lapter dan pelabuhan laut, tetapi tentunya disesuikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Di pedalaman Papua itu banyak, soal lapangan terbang, yang jelas ada, tiap tahun ada peningkatan dan pembangunan, jumlah lapangan terbang di Papua hampir 200 lebih dan ini disesuaikan dengan kemampuan provinsi," katanya.

Mengenai permintaan Bupati Mamberamo Tengah agar dilakukan peningkatan pembangunan lapter di Kobakma ataupun di sejumlah tempat terpencil di daerah itu, Ricky yang pernah menjabat Sekda Kabupaten Puncak itu mengapresiasi perhatian kepala daerah itu.

"Saya pikir itu wajar dan usulan dari Bupati Mamberamo Tengah dan kabupaten lain juga. Itu akan kami bicarakan dalam rencana kerja 2019 dan itu akan disinkoronkan dengan RPJMD dan visi misi Bapak dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal," ucapnya.

"Jadi, apa yang disampaikan oleh Bupati Mamberamo Tengah akan jadi perhatian dan karena memang beliau menginginkan untuk membangun lapangan terbang dan memang sudah dua tahun terakhir ini kami masuk di sana, yang sedang dikerjakan itu dari 2017 hingga sekarang berupa apron dan pagar, tahun depan bisa ditingkatkan lagi," sambungnya.

Mengenai pengalihan pengelolaan Bandara Sentani ke pihak ketiga dan kapan Terminal Waena difungsikan apalagi pada 2020 akan digelar PON, Ricky menjawab hal itu bukan ranahnya.

"Soal Bandara Sentani lebih tepat ditanyakan ke pihak bandara, kalau terminal Waena kami masih bicarakan dulu dengan sejumlah pemangku kepentingan. Kalau masalah PON sudah pasti kami akan duduk bersama dengan pemangku kepentingan dan bicarakan soal bagaimana sinergitasnya, pasti banyak hal akan dibahas, yang pasti kami siap mendukungnya," tuturnya.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya