Papua, Papua Barat, & NTT Rentan Malaria

Oleh: Thomas Mola 24 April 2018 | 16:47 WIB
Vaksinasi malaria/Reuters-Joseph Okanga

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mengklaim 72% penduduk Indonesia tinggal di daerah bebas malaria. Sisanya, masih berdomisili pada daerah yang rentan dan rawan malaria dan kebanyakan berlokasi di kawasan timur Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan 72% penduduk Indonesia tinggal di daerah bebas malaria. Namun, masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria.

''Tingkat penularan di kabupaten/kota di Indonesia sebagian besar sudah rendah bahkan bebas. Sementara kab/kota yang tinggi tingkat penularannya berada di kawasan timur Indonesia yaitu sebanyak 39 kabupaten/kota,'' ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (24/04/2018).

Jane menjelaskan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, terdapat 266 kabupaten yang bebas malaria atau 52%. Selain itu, terdapat 172 kabupaten/kota (33%) dengan endemis rendah, 37 kabupaten/kota (7%) dengan endemis menengah, dan 39 kabupaten/kota (8%) endemis tinggi.

Dia menjelaskan target wilayah eliminasi malaria dari tahun ke tahun terus bertambah. Pada 2016 pemerintah berhasil mengeliminasi malaria di 247 kabupaten/kota, 2017 sebanyak 266 kabupaten/kota, dan tahun ini ditargetkan 285 kabupaten/kota.

“Wilayah endemis tinggi malaria tersebut berada di Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Percepatan mencapai bebas malaria perlu dilakukan di tiga povinsi tersebut,” tambahnya.

Jane menjelaskan untuk mengeliminasi malaria perlu dilakukan strategi percepatan melalui pengintensifan penyemprotan rumah secara selektif serta meningkatkan perlindungan ibu hamil dan balita sebagai kelompok rentan malaria yang terintegrasi dengan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Kemudian dilakukan imunisasi dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), meningkatkan cakupan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan.

Pemerintah juga mengupayakan pencegahan malaria melalui pekan kelambu massal dan pemantauan penggunaannya.

Secara nasional, jumlah kelambu yang didistribusikan untuk seluruh Indonesia sejak tahun 2004 sampai 2017 sebanyak 27,6 juta kelambu. Pada 2017, sejumlah 3,98 juta kelambu telah disitribusikan pada pekan kelambu massal di 166 kabupaten/kota dan 20 provinsi.

Upaya lainnya berupa pelatihan tenaga malaria (dokter, perawat, analis, kader, petugas surveilans, etomolog), dan penyediaan obat anti malaria dihydroartemisinin.

''Secara umum upaya yang efektif adalah tidur menggunakan kelambu, penyemprotan dinding rumah dan menggunakan repellent. Sementara, yang lain adalah dengan manajemen lingkungan, termasuk menebarkan ikan pemakan jentik seperti ikan mujair dan cupang,'' jelasnya.

Sumber : Kemkes.go.id

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer