Progres Pengembangan Zona Sub Inti dan Pendukung PLBN Skouw Capai 82%

Oleh: Irene Agustine 22 April 2018 | 06:22 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan jembatan Holtekamp, di Jayapura, Papua, Rabu (11/4/2018)./ANTARA-Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan progres pengembangan Zona Sub Inti dan Pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Jayapura, Papua sudah mencapai 82%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya telah merampungkan pembangunan PLBN Skouw. Saat ini, pembangunan dilanjutkan dengan pengembangan Zona Sub Inti dan Pendukung kawasan perbatasan Skouw yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. 

Anggaran pembangunan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di kawasan PLBN Skouw mencapai Rp246 miliar. Pembangunannya telah dimulai sejak 16 Desember 2016 dan ditargetkan rampung lebih cepat yakni Agustus 2018 dari rencana Desember 2018. Hingga awal April 2018 progres sudah mencapai 82%.

Dia menjelaskan fasilitas yang dibangun antara lain rumah dinas pegawai, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, pasar perbatasan, fasilitas umum (rest area, ATM Center, masjid, gereja), fasos (plaza dan ruang terbuka hijau, gedung serbaguna, foodcourt, parkir kendaraan), mess pegawai, serta Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) TNI/Polri.

Pada pembangunan pasar, sebanyak 304 kios sudah dikontrak baik pasar yang terdiri dari kios basah maupun kios kering. Sementara itu,  kios yang terbuka dan tidak memakai atap penutup berjumlah 50 unit.

Basuki mengatakan pengaturan dan pembagian kios nantinya akan diatur oleh Dinas Perdagangan Provinsi Papua.

"Jadi, sudah didata untuk para pedagang pasar awal, akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pedagang tambahan juga," ujarnya lewat siaran pers, Sabtu (21/4/2018).

Pada kawasan perbatasan Skouw juga telah dibangun 50 unit Rumah Khusus bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muaratami. Ada pula revitalisasi rumah khusus sebanyak 50 unit rumah PNS di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami.

Unit rumah khusus dimaksud memiliki tipe 36 yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu, yang dilengkapi dengan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, drainase, dan listrik.

Selain itu, juga dikembangkan infrastruktur permukiman di sekitar perbatasan berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 50 liter/detik, antara lain untuk melayani 577 Sambungan Rumah.

Pengembangan kawasan PLBN Skouw juga didukung oleh pembangunan Jembatan Holtekamp yang akan mempercepat waktu tempuh dari Kota Jayapura ke perbatasan.

Pembangunan PLBN tersebut merupakan janji dan perintah Presiden Joko Widodo untuk menjadikan PLBN sebagai pintu gerbang dan embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya