Sanitasi & Air Bersih Jadi Prioritas di Kabupaten Asmat

Oleh: Yanita Petriella 16 April 2018 | 22:58 WIB
Sanitasi & Air Bersih Jadi Prioritas di Kabupaten Asmat
Presiden Joko Widodo berboncengan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menggunakan motor listrik menyapa warga Asmat saat kunjungan kerja di Kampung Kaye, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4/2018)./Antara-Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah memprogramkan pembangunan infrastruktur baik jangka pendek maupun jangka menengah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Asmat, Papua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penyediaan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas karena Kabupaten Asmat merupakan daerah rawa yang sulit air bersih.

“Tim dari Kementerian PUPR saat ini masih berada di Asmat untuk membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan. Di sini adalah daerah rawa sehingga air perlu diolah agar layak dikonsumsi. Selain itu untuk meningkatkan ketersediaan air baku juga akan ditambah jumlah embung dan sumur bor,”  ujarnya melalui siaran pers, Senin (16/4/2018).

Di Distrik Agats yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Asmat akan dibangun tiga buah reservoir penampung air hujan dengan kapasitas masing-masing 1.000 meter kubik.

Dari tampungan akan disalurkan ke hidran umum yang dekat dengan permukiman warga. Salah satu reservoir akan dibangun di dekat Rumah Sakit Umum Daerah Agats.

Satu sumur bor yang sudah ada di Agats akan diperbaiki dan ditambah tiga sumur bor baru dengan kedalaman sekitar 150 meter—200 meter.

Basuki menuturkan bahwa instalasi pengolahan air (IPA) berkapasitas 10 liter per detik yang sudah ada juga diperbaiki dan ditambah dengan dibangun satu IPA baru berkapasitas yang sama sehingga dapat melayani sekitar 2.000 sambungan rumah. Jaringan pipa air baku sepanjang 6 kilometer juga diperbaiki dan ditambah sepanjang 28 kilometer jaringan pipa baru.  

"Di Distrik Fayit dibangun satu reservoir tampungan air hujan dan Distrik Atsy dilakukan rehabilitasi jaringan pipa air baku sepanjang 500 meter dan pembangunan jaringan baru sepanjang 5,6 kilometer," ucapnya. 

Untuk sanitasi, Kementerian PUPR akan menyediakan mandi, cuci, kakus (MCK) komunal dan tangki septik komunal yang lengkap dengan penyediaan air sistem penampung air hujan.

Fasilitas tersebut akan diletakkan pada lokasi-lokasi fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti sekolah dan puskesmas.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya