Bappenas Kerja Sama dengan IASA Kembangkan Sekolah Asrama dan Telemedicine di Papua

Oleh: Hadijah Alaydrus 07 Februari 2018 | 11:54 WIB
Kerja Sama Bappenas dan IASA./JIBI-Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas dan Indonesian American Society of Academics (IASA) menandatangani perjanjian perjanjian Kesepahaman terkait dengan pelayanan dasar sekolah berpola asrama dan layanan kesehatan jarak jauh atau telemedicine.

Perjanjian kerja sama ini adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri PPN/ Kepala Bappenas dan IASA pada 21 Juli 2017.

Ketua Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua dan Papua Barat Bappenas Taufiq Hanafi mengungkapkan komitmen kedua belah pihak dalam merealisasikan pelayanan sekolah berpola asrama dan pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine).

Bahkan, tim IASA dan kementerian terkait telah melakukan tiga kali kunjungan ke Papua dalam kurun satu bulan.

"Lokasi pembangunan untuk tahap awal ini telah dilakukan di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Nabire," ujar Taufiq, Rabu (7/2/2018)

Kerja sama ini sejalan dengn Instruksi Presiden No.9 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dalam pelaksanaannya, dia berharap kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemenko Maritim dan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten / kota, bersedia mendukung realisasi program pendidikan berpola asrama dan telemedicine ini.

Kerjasama ini diharapkan mampu mendukung percepatan peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan bagi anak usia sekolah dan peningkatan pelayanan kesehatan di Papua dan Papua Barat berdasarkan kebutuhan khusus masyarakat setempat dengan memperhatikan adat, sosial, budaya, geografi dan teknologi.

Menteri PPN / Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan konsep sekolah asrama sudah ada di Papua. Tetapi, IASA akan mendorong sistem sekolah asrama yang memiliki pendidikan menyeluruh.

"Di luar jam belajar normal di sekolah ada pendidikan karakter dan sesuai dengan kearifan lokal," ujar Bambang.

Dia ingin anak-anak Papua memahami sistem pertanian dan peternakan yang benar serta menguasai kemajuan teknologi di era digital. Nantinya, sekolah akan menyediakan pendidikan jarak jauh dari Amerika yang disiapkan oleh tim IASA.

"Sehingga nanti sekolahnya akan dilengkapi dengan sarana prasarana yang menunjang," tambah Bambang.

Khusus telemedicine, peralatannya tengah disiapkan. Menurutnya, pihak Bappenas telah melakukan uji coba dari RSPAD di Jakarta ke Timika. Hasilnya cukup baik sehingga dapat dimulai secepatnya sambil menunggu pembangunan proyek Palapa Ring Timur menjangkau daerah lain di Papua yang baru selesai 2019.

"Ini merupakan terobosan dari teman-teman diaspora Indonesia yang bekerja dan tinggal di luar negeri," kata Bambang.

Dengan telemedicine, bedah dapat dilakukan jarak jauh. Hal ini dilakukan secara langsung oleh dokter di Papua dan dipantau oleh dokter utama melalui komunikasi jarak jauh.

"Sehingga dipastikan langkahnya tepat dan data medis seperti tekanan darah dan USG bisa dibaca langsung," tegasnya.

Dia berharap telemedicine ini tidak hanya dilakukan di kota besar tetapi menjangkau daerah terpencil di Papua. Bappenas menegaskan dua program ini akan mulai berjalan secepatnya tahun ini.

Editor: Gita Arwana Cakti

Berita Terkini Lainnya