Gerindra Minta Bawaslu Hati-hati Panggil Prabowo

Oleh: Jaffry Prabu Prakoso 13 Januari 2018 | 16:43 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Antara-Indrianto Eko Suwarso

Kabar24com, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bidang Hukum Habiburokhman mengingatkan Badan Pengawas Pemilu agar berhati-hati dalam menindaklanjuti pernyataan La Nyalla Mattalitti yang mempersoalkan permintaan biaya saksi dalam pilkada.

Hal ini berkaitan dengan pemanggilan Bawaslu Jawa Timur kepada La Nyalla yang juga memungkinkan akan memanggil kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Kami sebetulnya sebagai rakyat hanya bisa mengingatkan kepada temen-temen Bawaslu untuk tidak genit-genit dalam berpolitik. Di Polri saja, sebagai institusi penegak hukum ada standar dalam penerimaan laporan," ujarnya di Jakarta pada Sabtu (13/1/2018) dalam diskusi Wajah Politik Pilkada 2018.

Menurutnya, La Nyalla tidak memiliki bukti bahwa dia dimintai kesiapan dana oleh Prabowo Subianto. Jika Bawaslu menindaklanjuti dengan memanggil Prabowo, maka Bawaslu telah melakukan blunder karena berdasarkan hanya melakukan pemanggilan berdasarkan isu semata.

"Yang paling penting Pak La Nyalla sendiri sudah mengatakan tidak punya bukti tapi dia rela disumpah pocong. Masa Bawaslu menindaklanjuti sumpah pocong," tambah Habiburokhman.

Dia menilai terlalu dipaksakan jika sampai ada pemanggilan ke Prabowo. Hal itu justru akan menimbulkan pertanyaan publik bahwa Bawaslu cenderung sentimen ke Gerindra. "Jangan sampai terpeleset bahwa Bawaslu yang baru ini sentimen dengan Pak Prabowo."

Habiburokhman menambahkan bahwa dia tidak mau menyimpulkan pernyataan La sebagai bentuk kekecewaan karena gagal maju di Pilkada Jawa Timur.

Menurutnya, tidak hanya La Nyalla yang gagal maju dan tidak jadi direkomendasikan Gerindra dalam Pilkada.

"Kita lihat 3 hari ini apakah ini suasana batin kecewa. Wajah orang kecewa kan responsnya macam-macam. Ada seperti Pak Ferry Juliantono yang menerima, ada juga seperti Pak La Nyalla," kata Habiburokhman

Dia mempertanyakan pernyataan La Nyalla yang mengemukakannya dalam rentang waktu cukup panjang. Karena itu, dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja memanas-manasi La Nyalla. "Ada interval dari beliau kembalikan mandat sampai dia konferensi pers," tambahnya.

Habib kembali menjelaskan alasan Gerindra tidak jadi mengusung La Nyalla karena memang Gerindra tidak cukup kursi untuk mengusung sendiri di Pilkada Jatim.  

Dia menambahkan saat memberikan surat tugas kepada La Nyalla untuk berkomunikasi partai lain, La Nyalla tidak dapat meyakinkan partai lain untuk membangun koalisi.

"Makanya kita keluarkan surat tugas agar dia dapat dukungan dari sekian kyai dan mantan gubernur, maupun partai. Tapi yang dijanjikan ini tidak terwujud," tambahnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer