Membuat "Hoax Membangun" Tentang Tinggi Badan, Astronot Jepang Ini Akhirnya Minta Maaf

Oleh: Newswire 10 Januari 2018 | 19:35 WIB
Membuat
Ilustrasi: Pesawat Ulang Alik Shenzhou-11 yang membawa astronot Jing Haipeng dan Chen Dong meluncur dari landasan luncur di Jiuquan, Senin (17/10/2016)./Reuters

Kabar24.com, TOKYO - Mengembangkan berita hoax yang terkesan positif, seorang astronot Jepang akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Astronot Jepang Norishige Kanai, dalam sebuah misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, meminta maaf pada Rabu karena mengatakan dirinya telah tumbuh sembilan sentimeter saat berada di luar angkasa. Ia pun mengungkapkan kekhawatiran tentang keamanannya kembali ke Bumi.

Kebanyakan astronot "bertumbuh" selama misi antariksa yang berkepanjangan karena tulang belakang mereka memanjang tanpa gravitasi, namun pertumbuhan tersebut biasanya terbatas pada maksimal beberapa sentimeter dan menghilang begitu mereka kembali ke tanah.

Kanai, 41, yang menuju luar angkasa bulan lalu untuk misi yang dilakukan hampir enam bulan, mengirimkan di Twitter pada Senin bahwa dia memiliki "pengumuman besar."

"Tinggi badan saya diukur di sini di luar angkasa dan entah bagaimana, entah bagaimana, saya telah tumbuh sembilan sentimeter! Hanya dalam tiga minggu saya benar-benar tumbuh, sesuatu yang belum pernah saya lihat sejak SMA," cuitnya.

"Ini membuat saya sedikit khawatir bahwa saya mungkin tidak cukup dalam kursi Soyuz untuk kepulangan kami," ujarnya.

Namun, dalam lebih dari sehari kemudian - setelah munculnya berita-berita - dia meminta maaf, mengatakan bahwa dia telah mengukur dirinya sendiri setelah kaptennya mengajukan pertanyaan tentang pertumbuhan yang tampak dan dia hanya meninggi sekitar dua sentimeter dibandingkan tinggi badannya di Bumi.

"Salah pengukuran ini tampaknya menjadi masalah besar, jadi saya harus meminta maaf atas berita palsu yang buruk ini," cuitnya, tanpa menjelaskan bagaimana kesalahan perhitungan yang asli telah terjadi.

"Sepertinya saya dapat muat di Soyuz, jadi saya lega," ungkapnya.

Sumber : Antara/Reuters

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer