BAHAN MATERIAL 2018 : Pertumbuhan Konsumsi Semen Diprediksi Melambat

Oleh: Annisa Sulistyo Rini 03 Januari 2018 | 02:00 WIB
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11)./JIBI-Paulus Tandi Bone

JAKARTA — Asosiasi Semen Indonesia memperkirakan pertumbuhan konsumsi semen dalam negeri tahun ini tidak akan sebesar angka pertumbuhan tahun lalu. Pada 2017, pertumbuhan konsumsi semen diproyeksi berada pada kisaran 6%—7%.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengatakan bahwa pada tahun ini konsumsi semen domestik diproyeksikan tumbuh 4%—5% secara tahunan. Salah satu faktor yang menyebabkan konsumsi tumbuh melambat berasal dari sektor infrastruktur.

“Kenaikan pembangunan infrastruktur hanya 5,60% tahun ini, pertumbuhan ekonomi juga tidak banyak berubah,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/1).

Anggaran negara yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur 2018 senilai Rp410,70 triliun atau naik 6,04% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat Rp387,30 triliun.

Sementara itu, anggaran infrastruktur pada tahun lalu tumbuh lebih besar, yaitu 22,13% secara tahunan dari Rp317,10 triliun.

Selain dipengaruhi oleh sektor infrastruktur, Widodo menuturkan bahwa angka konsumsi tahun lalu lebih besar sehingga angka pembandingnya pun membesar. “Konsumsi total tahun lalu kan sekitar 67 juta ton, kalau masih di angka 62 juta ton pasti tumbuhnya lebih besar pada tahun ini,” jelasnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa konsumsi semen secara keseluruhan pada 2017 bisa mencapai 9%—10% karena realisasi ekspor tumbuh tinggi.

Jika merujuk data yang dirilis ASI, sepanjang Januari—November 2017 konsumsi semen domestik dan ekspor tumbuh 9,4% year on year menjadi 63,11 juta ton dari 57,68 juta ton.

Apabila diperinci, permintaan dalam negeri bertumbuh 7,80% dari 56,18 juta ton menjadi 60,55 juta ton, sedangkan ekspor semen bertumbuh 104,40% menjadi 981.791 ton dan ekspor clinker tumbuh 56,30% menjadi 1,58 juta ton.

Adapun, volume konsumsi semen secara total pada November 2017 bertumbuh 15% dibandingkan dengan November tahun sebelumnya menjadi 6,64 juta ton. Menurut Widodo, konsumsi semen pada bulan terakhir tahun lalu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Desember kan banyak hari libur dan hujannya lebih besar.”

PREDIKSI PRODUSEN

Sementara itu, pabrikan semen juga memperkirakan pertumbuhan konsumsi dalam negeri tidak akan bergerak jauh dari angka tahun lalu.

“Untuk 2018, kami proyeksikan konsumsi semen meningkat 5% hingga 6% dari konsumsi 2017,” kata Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Antonius Marcos.

Volume penjualan semen emiten dengan kode saham INTP tersebut naik 28% secara kuartalan (quarter to quarter) menjadi 4,70 juta ton pada kuartal III/2017. Penjualan selama Januari—September 2017 tercatat tumbuh 2% tahunan menjadi 12,10 juta ton.

Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan proyek infrastruktur, perumahan, dan komersial di daerah Jawa bagian barat. Selain itu, kiln (oven) yang sempat dihentikan sementara juga mulai beroperasi kembali.

Corporate Secretary PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Agung Wiharto menuturkan bahwa permintaan semen pada tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini, yaitu sebesar 5% hingga 7%, dengan proyek infrastruktur masih menjadi harapan untuk mendorong konsumsi semen domestik.

Dengan masih berjalannya proyek infrastruktur pemerintah, permintaan semen curah diperkirakan bakal melanjutkan tren peningkatan.

Agung menyatakan bahwa sebelum 2016, porsi penjualan semen curah selalu di bawah 20% dibandingkan dengan total penjualan dan tahun ini kontribusi penjualan semen curah akan mencapai 25%.

Grup Semen Indonesia mencatatkan pertumbuhan penjualan domestik dan ekspor sebesar 9,90% sepanjang Januari—November 2017.

Berdasarkan laporan penjualan yang dirilis perseroan, volume penjualan periode tersebut adalah 26,43 juta ton, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni 24,05 juta ton.

Jumlah tersebut disumbang oleh Semen Indonesia sebesar 14,02 juta ton, Semen Padang 6,92 juta ton, dan Semen Tonasa 5,47 juta ton. (B)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer