INDUSTRI SEMEN : Pabrikan Diminta Lebih Efisien

Oleh: Annisa Sulistyo Rini 20 Desember 2017 | 02:00 WIB
INDUSTRI SEMEN : Pabrikan Diminta Lebih Efisien
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11)./JIBI-Paulus Tandi Bone

JAKARTA—Industri semen domestik dituntut untuk lebih efisien dalam menghadapi masalah kelebihan pasokan.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan kondisi kelebihan pasokan semen baru akan mencapai keseimbangan baru dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan seiring pertumbuhan ekonomi. Selama menunggu keseimbangan baru tercapai, pabrikan harus melakukan efisiensi.

“Efisiensi bisa dilakukan dengan memperbaiki sistem produksi dan logistik,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/12).

Menurutnya, perbaikan sistem produksi dan logistik perlu dilakukan oleh perusahaan semen karena karakteristik semen yang bulky dan berat, sehingga aspek energi dan logistik sangat menentukan daya saing di industri ini. Selain itu, pabrikan juga didorong untuk menyalurkan kelebihan produksi ke pasar ekspor.

Sementara itu, Direktur Barang Galian Non Logam Kemenperin Lintong Hutahaean menuturkan kendati kelebihan pasokan semen saat ini masih cukup besar, tetapi konsumsi domestik telah mulai tumbuh positif mulai paruh kedua tahun ini.

“Sementara ini, beberapa pabrikan sudah melakukan ekspor semen untuk menghadapi oversupply. Konsentrasi mereka masih fokus ke pasar dalam negeri karena untuk ekspor kan biaya logistiknya juga tinggi,” jelasnya.

Terkait dengan harapan penghentian sementara investasi baru di industri semen, Lintong menuturkan saat ini Kemenperin masih mengawasi kondisi di lapangan. Kendati demikian, menurutnya Kemenperin tidak perlu mengatur bisnis dengan membatasi investasi baru.

“Investor kan kalau mau menanamkan modal pasti sudah melihat situasi dan mereka tentu tidak mau investasi kalau rugi. Investor melihat potensi jangka panjang,” ujarnya

Saat ini kapasitas terpasang seluruh pabrikan semen di Indonesia mencapai 106 juta ton. Angka ini jauh melampaui permintaan domestik tahunan sebesar 63 juta ton.

Asosiasi Semen Indonesia mencatat volume penjualan ekspor semen dan clinker pada Oktober 2017 mencapai 273 .000 ton, atau naik 38% secara tahunan. Volume ekspor semen dan clinker periode tahun berjalan Januari—Oktober tahun ini mencapai 2,28 juta ton, atau mendekati target ekspor pabrikan semen pada tahun ini sebesar 2,5 juta ton.

Adapun, kondisi kelebihan pasokan tersebut bermula ketika pabrikan lokal berlomba-lomba berekspansi memenuhi permintaan domestik pada 2014. Namun, pada 2015 banyak pabrik semen yang baru dibangun dan kapasitas terpasang akhirnya melebihi kebutuhan.

Permintaan Stagnan

Pada perkembangan terpisah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan permintaan semen pada tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini. Proyek infrastruktur masih menjadi harapan untuk mendorong konsumsi semen domestik.

Agung Wiharto, Corporate Secretary Semen Indonesia, mengatakan sepanjang 2017 pertumbuhan permintaan diproyeksikan sebesar 5% secara tahunan. Namun, sampai Oktober 2017, permintaan telah tumbuh di atas 5%, yaitu 7,3% y-o-y.

“Tahun depan proyeksi kami masih di antara 5% hingga 7%, terutama didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah. Proyek ini kan multiyears, sampai tahun depan masih jalan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/12).

Dengan masih berjalannya proyek infrastruktur pemerintah, permintaan semen curah diperkirakan bakal melanjutkan tren peningkatan. Agung menyatakan sebelum 2016, porsi penjualan semen curah selalu di bawah 20% dibandingkan dengan total penjualan.

Tahun ini kontribusi penjualan semen curah akan mencapai 25%. “Dalam 2 tahun terakhir curah naik, sebagian besar untuk proyek infrastruktur dan proyek besar lainnya,” ujarnya.

Terkait dengan ekspor, Agung mengatakan Semen Indonesia lebih mengutamakan pasar domestik. Ketika pasar domestik sudah tidak mampu menyerap pasokan semen, perseroan baru melempar produk semen ke pasar ekspor.

Pada Oktober 2017, penjualan Semen Indonesia di pasar ekspor tumbuh 131,2% y-o-y. Walaupun mengalami kenaikan yang besar, kontribusi penjualan ekspor ini hanya 4% dibandingkan total volume penjualan. “Ekspor ini menjadi pilihan kedua,” katanya.

Editor: Ratna Ariyanti

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer