PENGAPALAN LANGSUNG : 2 Pelabuhan Pelindo IV Siapkan Direct Call

Oleh: Rivki Maulana/Akhmad Mabrori 05 Desember 2017 | 02:00 WIB
PENGAPALAN LANGSUNG : 2 Pelabuhan Pelindo IV Siapkan Direct Call
Pelabuhan Makassar/PT Pelindo IV

JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia IV berencana membuka pengiriman barang langsung ke luar negeri atau direct call dari Pelabuhan Balikpapan dan Pelabuhan Ambon mulai 2018.

Iwan Sjarifuddin, Corporate Secretary Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV mengatakan Perseroan bakal menggandeng perusahaan pelayaran SITC Shipping Group dalam pembukaan direct call tersebut.

Menurutnya, Pelabuhan Balikpapan bakal menjadi tempat penampungan komoditas nonmigas dari wilayah Kalimantan Timur untuk selanjutnya di ekspor ke beberapa negara di Asia Timur.

Saat ini, ekspor dari Kalimantan Timur tidak dikirim secara langsung melalui Pelabuhan Balikpapan. Oleh karena itu, adanya kapal yang rutin berlabuh di Balikpapan diharapkan bisa merangsang ekspor nonmigas Kalimantan Timur.

Saat ini, tegasnya, Pelindo IV melakukan negosiasi dengan SITC agar perusahaan pelayaran itu sudi membuka pelayaran langsung dari Pelabuhan Balikpapan.

“Di Balikpapan kami punya terminal peti kemas, itu bisa direct call ke China, Korea, dan Jepang. Kami masih negosiasi dengan SITC,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/12).

Data Badan Pusat Statistik mencatat kinerja ekspor Kalimantan Timur tampak menggeliat. Dalam periode Januari-September 2017, ekspor Kalimantan Timur mencapai US$12,73 miliar atau naik 29%. Secara khusus, ekspor nonmigas mengalami pertumbuhan 36,84% menjadi US$9,6 miliar.

Selain Balikpapan, Pelindo IV juga mengestimasi Pelabuhan Ambon bisa melayani pengiriman langsung ke luar negeri atau direct call di awal 2018. Pengiriman langsung diperkirakan bisa memangkas biaya angkut hingga 50%.

Iwan mengatakan hasil perikanan di Maluku dan Maluku Utara digadang-gadang menjadi muatan untuk dikirim ke mancanegara. Menurutnya, SITC International Holding Ltd menjadi salah satu perusahaan pelayaran asing yang berminat singgah di Ambon untuk kemudian melanjutkan pelayaran ke negara-negara di Asia.

Dia mengungkapkan Pelabuhan Ambon memiliki peran sentral dalam arus distribusi barang di Kawasan Timur Indonesia. Pelabuhan Ambon, tegasnya, bakal dikembangkan menjadi hub untuk distribusi barang di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan provinsi di sekitarnya.

Saat ini, pelabuhan andalan Pelindo IV yang sudah bisa melayani direct call adalah Pelabuhan Makassar. Pembukaan pengiriman langsung ke luar negeri membuat biaya kirim turun dari sekitar Rp4 juta menjadi Rp1,7 juta. Biaya kirim sebelum direct call dibuka menjadi mahal karena ekspor hasil komoditas harus dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Emas atau Pelabuhan Tanjung Perak.

Iwan menyebut pengiriman barang secara langsung telah mencapai 2.000 TEUs per bulan atau 500 TEUs per pekan. Jumlah itu meningkat drastis dibandingkan dengan era sebelum adanya direct call yang hanya mencapai 30 TEUs.

Barang yang dikirim dari Pelabuhan Makassar, tegas Iwan, mencapai 19 jenis komoditas. Seluruhnya merupakan hasil produksi dari Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Pelindo IV juga berencana melakukan penambahan sejumlah alat yakni Container Crane (CC) dan Chasis pada 2018 guna memacu produktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan yang dikelolanya.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung menyatakan penambahan alat baru tersebut untuk beberapa pelabuhan, terutama di Pelabuhan Makassar sebagai barometer pelabuhan dengan aktivitas bongkar muat yang cukup lancar di kawasan timur Indonesia (KTI), serta di beberapa pelabuhan lainnya yang berada dalam pengelolaan Pelindo IV.

“Selain Pelabuhan Makassar, ada beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo IV yang sudah menjadi pelabuhan yang cukup sibuk untuk kegiatan bongkar muat barang, misalnya Pelabuhan Pantoloan, Fak-fak dan Manokwari,” kata Doso Agung.

Dia juga telah menyampaikan hal itu saat melakukan Video Conference dengan 25 General Manager (GM) Cabang Pelindo IV.

Video conference tersebut dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan pelayanan masing-masing cabang, sekaligus memberikan solusi atas masalah yang terjadi kepada masing-masing GM di lingkungan Pelindo IV.

Doso mengutarakan sejumlah permasalahan yang dikemukakan antara lain adalah terkait lahan penumpukan peti kemas di Pelabuhan Manokwari yang mulai padat seiring program Tol Laut dan transshipment kapal.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV Farid Padang menuturkan pihaknya pada 2018 sudah menjadwalkan sejumlah investasi alat baru yang akan ditempatkan di beberapa pelabuhan yang produktivitas bongkar muat barang cukup tinggi.

“Tahun depan kami [Pelindo IV] akan investasi alat baru. Tentunya hal [investasi] itu untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat barang, agar penumpukan peti kemas tidak terlalu padat di beberapa pelabuhan yang cukup sibuk, seperti Pelabuhan Makassar, Manokwari, Pantoloan dan beberapa pelabuhan lainnya,” tutur Farid. (k1/Rivki Maulana)

Editor: Hendra Wibawa

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer