DIVESTASI SAHAM : Nasib Freeport-Rio Tinto Segera Diputuskan

Oleh: Lucky L. Leatemia 28 November 2017 | 02:00 WIB
DIVESTASI SAHAM : Nasib Freeport-Rio Tinto Segera Diputuskan
Area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua./Antara

JAKARTA — Kejelasan nasib kerja sama operasi Freeport—McMoRan Inc. dan Rio Tinto diharapkan bisa diperoleh sebelum akhir tahun ini untuk memuluskan proses negosiasi dengan pemerintah Indonesia.

Dalam kerja sama yang diteken pada 1995, Rio Tinto berkerja sama dengan Freeport-McMoRan dan pengelolaan Tambang Grasberg di Papua. Rio Tinto memiliki hak 40% apabila produksi mencapai level tertentu. Setelah 2021, Rio Tinto mendapat jatah 40% dihitung dari seluruh produksi.

Ada lima hal yang dicakup dalam kerja sama tersebut, yakni operasi, teknis, eksplorasi, pengembangan tambang, dan manajemen tailing.

Direktur PT Freeport Indonesia, anak usaha Freeport-McMoRan, Tony Wenas mengatakan bahwa pihaknya dan pemerintah Indonesia sepakat untuk menyelesaikan proses negosiasi, termasuk masalah divestasi, pada Desember 2017.

Dalam kaitannya dengan divestasi, pihak Freeport-McMoRan perlu berunding dengan Rio Tinto terlebih dahulu. Pasalnya, kepemilikan Freeport-McMoRan di Freeport Indonesia akan menjadi 49% sehingga memengaruhi kerja sama antara keduanya.

Adapun, saham pemerintah di Freeport saat ini baru mencapai 9,36%. Artinya, dengan kewajiban divestasi hingga 51%, masih ada 41,64% saham yang harus dilepas kepada pihak nasional.

"Mestinya kan semuanya bisa selesai [Desember]. Kita juga berharap agar semuanya bisa selesai," katanya, Senin (27/11).

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa proses divestasi saham Freeport Indonesia masih terus dibahas dengan melibatkan Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan. Salah satunya hal teknis mengenai kerja sama antara Freeport-McMoRan dan Rio Tinto.

"Ada hal-hal yang sangat teknis karena ada Rio Tinto di situ ternyata. Rio Tinto itu punya perjanjian dengan Freeport mengenai pendanaan dan kemudian membagi keuntungan. Itu sangat teknis dan detail, dan sekarang ini lagi dibahas dengan Freeport," katanya.

Menurut Fajar, belum ada keputusan apakah 40% jatah Rio Tinto tersebut akan dikonversi menjadi saham atau tidak.

"Yang jelas ini belum sampai ke level operasi. Artinya, masih pemerintah dengan Freeport-McMoRan untuk detailnya," ujarnya. (Lucky L. Leatemia)

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer