Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Papua Meningkat

Oleh: Newswire 10 Oktober 2017 | 14:23 WIB
Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Papua Meningkat
Ketua LBH Apik Jayapura Nur Aida/Antara-Evarukdijati

Bisnis.com, JAYAPURA - Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik Jayapura Nur Aida mensinyalir kejahatan seksual, khususnya terhadap anak, di Papua pada 2017 ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari data yang dimiliki sejak Agustus tercatat tujuh kasus pemerkosaan sehingga diharapkan semua pihak bersama sama meningkatkan kewaspadaan, khususnya kepada anak anak hingga mereka terhindar dari insiden kekerasan seksual.

"Penanganan kekerasan seksual terhadap anak seharusnya sudah menjadi prioritas bagi semua elemen masyarakat guna menghindari adanya korban baru," kata Kepala LBH APIK Jayapura Nur Aida kepada wartawan di Jayapura.

Nur Aida yang juga pengacara mengatakan tujuh kasus itu termasuk kasus pemerkosaan yang dialami bocah berusia 7 tahun, APR, di BTN Wali Kota, Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (7/10/2017).\

"Anak anak sudah tidak aman lagi beraktivitas karena disekitarnya terdapat pelaku kejahatan seksual," kata Nur Aida.

Dia berharap polisi segera menangkap para pelaku dan masyarakat dapat membantu dengan menginformasikan apa yang diketahuinya.

Tanpa bantuan dan kerja sama semua pihak, lanjnutnya, polisi sulit mengungkap berbagai tindak kejahatan yang terjadi termasuk kasus kekerasan seksual.

Dia menambahkan para aktivis perempuan sudah menjadwalkan melakukan aksi demo damai menolak kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan.

Aksi demo damai itu akan dilaksanakan Kamis (13/10/2017) yang dipusatkan di taman Imbi dengan membagi bagikan bunga melibatkan seluruh organisasi wanita.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya