Setelah BBM, Giliran Semen Bakal Jadi Satu Harga di Papua

Oleh: Arys Aditya 31 Oktober 2016 | 21:04 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah bahan bakar minyak (BBM), pemerintah bersiap merealisasikan satu harga untuk komoditas semen di Papua. Komitmen ini muncul ke permukaan setelah Kementerian Perindustrian mendapat komitmen investasi dari perusahaan pelat merah dari China senilai Rp6 triliun.

Usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (31/10/2016), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan Anhui Conch Cement Co. Ltd. melalui PT Conch Cement Indonesia (CCI) telah menyatakan minat untuk membangun pabrik semen di Manokwari, Provinsi Papua Barat.

“Ini akan jadi pabrik semen pertama di [Pulau] Papua, sehingga harga [semen di Papua] bisa sama dengan wilayah lain. Rencana kapasitas pabrik 1,5 juta ton, bisa naik jadi 3 juta ton per tahun,” kata Airlangga.

Anhui Conch Cement Co. Ltd. sendiri adalah perusahaan milik pemerintah daerah atau BUMD Provinsi Anhui dan merupakan produsen semen terbesar di China. Di Indonesia, perseroan memakai merek Conch Semen. Sementara itu, PT CCI berencana memproduksi hingga 10 juta ton semen per tahun.

Adapun, PT CCI telah mulai melakukan pembangunan pabrik antara lain di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, Pontianak, Kalimantan Barat, dan Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Pabrik terakhir telah mulai berproduksi pada awal tahun lalu.

Editor: Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer