Anggaran 2016: Pemerintah Alokasikan RP6 Triliun Untuk Trans Papua

Oleh: Emanuel B. Caesario 17 September 2015 | 04:30 WIB
Anggaran 2016: Pemerintah Alokasikan RP6 Triliun Untuk Trans Papua
Aparat gabungan TNI dan Polisi melakukan penjagaan di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua./Antara-Indrayadi

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan mengalokasikan dana Rp6 triliun di 2016 guna mempercepat terhubungnya seluruh lintas trans Papua di 2019.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W. Husaini mengatakan saat ini, masih tersisa 827 km jalan dan 10.102 meter jembatan yang belum tersambung di trans Papua dari total panjang trans Papua 4.325 km.

Sementara itu, dari 3.498 km jalan yang tersambung, baru 2.075 km yang telah dilapisi aspal, sementara 1.423 km masih berupa jalan tanah atau agregat.

Hediyanto mengatakan pemerintah selama lima tahun ke depan akan fokus untuk membuka keterisolasian di Papua untuk mengatasi disparitas harga yang begitu tinggi di Papua.

“Kita masih butuh Rp12 triliun lebih untuk trans Papua. Kalau termasuk dengan jalan-jalan yang lain di Papua totalnya Rp15 triliun. Target kita adalah tersambung dulu,” katanya, Rabu (16/9/2015).

Hediyanto mengatakan anggaran Rp15 triliun tersebut akan dimanfaatkan terutama untuk membuka jalan yang belum tersambung. Sebagian besar jalan yang akan dibuka tersebut akan berupa konstruksi agregat, belum dilapisi aspal.

Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki jalan yang masih berupa tanah untuk dapat dilapisi agregat. Targetnya, seluruh trans Papua bisa dilewati dengan aman.

Hediyanto mengatakan pelapisan aspal belum menjadi prioritas pemerintah untuk lima tahun ke depan di Papua. Dari 827 km jalan yang belum tersambung, menurutnya hanya sekitar 10% yang nantinya akan dilapisi aspal, terutama jalan-jalan pinggiran kota.

“Yang ditanyakan orang di Papua kan bukan kapan diaspal, tapi kapan terhubung Wamena-Jayapura, Wamena-Enarotali, Oksibil-Marauke, Marauke-Sorong,” katanya.

Adapun pemerintah membagi trans Papua dalam 12 ruas penanganan. Merauke-Tanah Merah-Waropko, Waropko-Oksibil, Dekai-Oksibil, Kenyam-Dekai, Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu, Wamena-Elelim-Jayapura, Wamena-Muia-Ilaga-Enarotali, Wageta-Timika, Enarotali-Wagete-Nabire, Nabire-Windesi-Manokwari, Manokwari-Kambuaya-Sorong, dan Jembatan Holtekamp.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer